Senin, 29 Oktober 2012

Tingkatan wewangian dan tips agar wangi parfum tahan lama



Tampil segar dan wangi di setiap kesempatan merupakan salah satu cara mendongkrak rasa percaya diri. Tak ayal, parfum diandalkan untuk membuat kita tampil wangi sepanjang hari.
Namun, beberapa hal ternyata bisa membuat aroma parfum Anda cepat pudar. Karena faktanya, beberapa orang memilih parfum dengan komposisi antara sari parfum dan alkohol yang seimbang.
Selain itu, aroma parfum cepat hilang karena perubahan tipe kulit dan juga sinar matahari. Karena wewangian cenderung menguap ke atas, jadi pastikan saat menyemprotkan parfum dari bagian bawah tubuh.

Berikut ini tips agar wangi parfum Anda tetap tahan lama:

1. Kenali jenis parfum
Pada dasarnya, minyak wangi terdiri dari 4 jenis. Tingkatan tertinggi adalah "Perfume". Produk berlabel ini tergolong mahal karena diencerkan dengan minyak esensial berkonsentrasi tinggi. Konon, kandungan minyak wanginya hingga 22 persen, sehingga aromanya lebih kuat dan bertahan lama.
Sementara yang umum digunakan adalah Eau de Parfum (EDP) dan Eau de Toilette (EDT). EDP mengandung 15-22 persen minyak wangi, sedangkan EDT 8-15 persen saja, Dan yang paling banyak ditemuai di supermarket adalah wangi Eau de Cologne, yang mengandung setidaknya 4 persen minyak wangi.
Aroma parfum akan mampu bertahan hingga lebih kurang 6 jam, sangat tergantung dengan reaksi kimiawi tubuh Anda. Sedangkan aroma dari Eau du Toilette dan Eau du Cologne dapat bertahan selama 2 – 4 jam.



2. Penggunaan yang tepat
Jangan semprotkan parfum ke tubuh secara sembarangan, karena hasilnya tidak akan maksimal. Saat menyemprotkannya, perhatikan juga suhu dan kelembaban tubuh Anda.
Parfum akan bereaksi dengan suhu tubuh, dan sebaiknya semprotkan pada beberapa titik nadi, seperti di pergelangan tangan, di dalam siku, di sela payudara, atau bahkan di bawah tenggorokan. Beberapa lokasi ini memiliki panas tubuh yang efektif memancarkan aroma parfum secara alami.
Parfum juga melekat pada kulit yang berminyak dan lembab. Itulah kenapa banyak produsen parfum tak hanya membuat parfum saja, tetapi juga memproduksi sabun mandi, lotion, serta bedak untuk menyesuaikan kulit dan parfumnya. Untuk memaksimalkan aroma, sesaat setelah menggunakan lotion, semprotkan parfum ke nadi tangan.

3. Momen tepat
Agar wangi parfum Anda lebih maksimal, kenakan parfum sebelum berpakaian atau setelah mandi. Usai mandi, pori-pori kulit terbuka dan lebih maksimal menyerap parfum.

4. Jangan terlalu "wangi"
Saat berdekatan dengan seseorang, aroma wangi parfum Anda seharusnya akan tercium sebagai aroma alamii tubuh, sehingga tidak mengganggu "hidung" lain yang menghirupnya.
Aroma tersebut menjadi ciri khas Anda. Saat teman mencium bau tersebut, ia akan teringat pada Anda. Tapi jika aroma wangi yang terlalu menusuk tercium saat Anda memasuki ruangan, itu artinya penggunaan parfum Anda terlalu berlebihan.
Agar wanginya tetap tahan lama, Anda bisa menambahkan sedikit saja semprotan parfum pada siang atua sore hari. Jangan lupa, semprotka parfum di tempat yang tepatm yaitu toilet, karena menyemprotkan parfum di meja kerja, itu sama saja memangganggu teman yang tidak terlalu menyukai aromanya.

5. Kebiasaan salah
Sebaiknya hindari menyemprotkan parfum di belakang telinga. Sisa kotoran tubuh, misal keringat dan kotoran belakang telinga saat bercampur dengan parfum bisa menimbulkan bau yang tidak sedap.
Satu lagi kebiasaan salah yang sering dilakukan adalah menggosok pergelangan tangan sesaat setelah menyemprotkan parfum. Kebiasaan ini justru mengurangi efek wangi dan merusak aroma alami parfum. Biarkan parfum menyerap di kulit tanpa perlu digosok usai disemprotkan.

(sumber : http://www.suaramerdeka.com/v1/index.php/read/wanita/2012/07/02/1307/Agar-Aroma-Parfum-Tahan-Lama-)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar